Wednesday, February 21, 2018

Mimpi 20 Februari 2017

Mimpi melahirkan, punya anak laki-laki. Dan dalam beberapa jam/ hari saja, dia udah terlihat lebih besar, dan lebih suka main sama oma opa nya. Aku bilang, "cepet banget ya gedenya."

Tuesday, January 2, 2018

Highlights of 2017


  1. Shorter hair
  2. Coldplay Singapore
  3. Bali Trip
  4. Honne Jakarta
  5. Natural Skincare Workshop
  6. Blibli Fest
  7. Jogja Magelang Trip
  8. We The Fest
  9. Synchronize Fest
  10. Canada Trip
  11. Fucked up drama
  12. Pumpkin Messages
  13. New camera
  14. Schoko Bons
  15. Lasem Trip
  16. Above & Beyond Jakarta
  17. Mom's health result
  18. Singapore Trip




Pertanyaan Tersulit Untuk Dijawab (Beserta Jawabannya)

Pertanyaan:"Gimana caranya stay happy kayak kamu? Kayak ga terganggu oleh sekitar kamu gitu."
Jawaban: "Hah? Baru ketemu orang yang bilang gue happy. Biasanya dibilang jutek, galak."
Kenyataan: Pertanyaan tersebut kurang tepat. On the outside, I may look calm. Inside, I hold the storm not to wash away my days. Kalau kata seorang psikolog yang kenal gue, gue adalah tipe orang yang tidak mudah percaya dengan orang lain sehingga membangun boundaries dengan cara cuek, dingin, galak, sebelum kenal lebih dekat. Mungkin di sana lah sebagian orang beranggapan gue hidup tenang.


Pertanyaan: "Sekarang beda ya? Aku senang deh kamu sekarang banyak tawa tawa kalo foto hahahaha."
Jawaban: "Masa sih? Yang mana coba?"
Kenyataan: Mungkin benar. Gue sekarang lebih mau bergaul sana-sini. Gue berusaha lebih membuka perspektif dan merendahkan hati. Foto-foto ekspresi tertawa itu bisa jadi spontanitas dari dalam hati. Seperti yang gue pernah tulis sebelumnya di post ini, gue memang merasa lebih bahagia dari definisi bahagia gue sebelumnya. Puji Tuhan, yah!


Pertanyaan: "Lo cinta dia ga?"
Jawaban: "Iya, but this time I managed not to fall too hard and too fast. I know how dangerous it is for me."
Kenyataan: Gue kaget banget ketika teman ini mengeluarkan pertanyaan iniiiiiiii. Pernah ngerasain kan kayak udah gak peduli, gak mikirin, gak kebayang sebenarnya cinta apaan, terus ditanya gitu. Hahaha. Jadi merasa perlu menilik dalam diri lagi.


Pertanyaan: "What makes people forgive? And how to forgive ourselves?"
Jawaban: "I've been having a hard time to learn to forgive too. But, maybe, reappraisal, 'bertukar sepatu' dengan orang tersebut. To answer the latter question, I often make myself busy and tired so when I get home, it's already late to blame myself. Finding new hobbies and joining courses also help me to recover. Remember when I took brush lettering course last year?"
Kenyataan: Hhhhhhhhhhhhhh. Ini nih yang susah banget. Gue sampai pada titik dimana gue pikir "Fak lah! Bodo amat, gue gak mau maafin lo, karena lo memang gak pantes dimaafin!" Gue tau kerugiannya ada di gue sih, tapi gue belum rela memberi maaf gue. I learn to forgive but I also learn that the nicest people are more likely to hurt others.


Pertanyaan: "Lo gak bisa tidur karena galau, atau galau jadi gak bisa tidur?"
Jawaban: "Apa sih maksudnya?"
Kenyataan: Dua-duanya!


Pertanyaan: "Apakah kamu percaya, setiap orang akan menemukan jodohnya yang terbaik? Mungkin atau pasti?"
Jawaban: "Mungkin"
Kenyataan: Sama dengan jawaban. Waktu itu sih diberi ceramah 10 menit yang pernah gue tulis di post ini.


Pertanyaan: "Gimana cara kamu move on padahal ketemu tiap hari?"
Jawaban: "Ketemu yang baru, apa pun itu ya. Hobi baru, mainan baru, temen baru, orang baru, komitmen baru. Ya pasti ada turning point-nya lah, dan sejak itu, langsung moving on sih."
Kenyataan: Butuh sekitar 1-2 tahun untuk gue memantapkan diri untuk berhenti mengetuk pintu yang tidak kunjung dibukakan sampai membuat orang-orang di sekitar gue ikut tersakiti. Sekali mantap, there was no turning back. Hal ini gue alami gak cuma sekali sih. Kalau udah berkomitmen untuk memulai/ mengakhiri sesuatu, I keep my word.


Pertanyaan: "5 tahun lalu, kenapa lo hilang gak ada kabar ninggalin gue?"
Jawaban: "Hahahahaha... Soalnya gue gak mau jadi the bad guy."
Kenyataan: Asli, gue ketawa duluan karena pertanyaan ini ternyata masih ditanyakan 5 tahun kemudian. Speechless. Kenyataannya, gue gak mau ambil risiko, maka gue pergi.


Thursday, October 26, 2017

A Circle of Miracles

When I see my dad, I see miracles.
When I questioning if miracles do exist or not, I see my dad.

Dad 10 years ago: Maybe I would not see my youngest daughter graduate. I would not be in this earth anymore.
Dad now: Still video call with my little sister.

Dad 20 years ago: Don't sing any song with Jesus' name in it.
Dad now: Always do quick prayers before meals.

Friday, September 22, 2017

Tekanan Udara Dalam Pesawat Membuat Air Mata Lebih Mudah Jatuh?

Dua kali pulang traveling naik pesawat, dua kali pula gue nangis di pesawat.

Tahun lalu, tepatnya setelah tragedi ketinggalan pesawat, gue nangis di udara Seoul menuju Jakarta. Kali itu air mata jatuh bukan karena ketinggalan pesawatnya. Bukan. Tapi karena baca sebuah email. Ceritanya bisa dibaca di post ini.

Tahun ini, gue nangis di udara Taipei menuju Jakarta.
Dipicu oleh sebuah video call dengan seseorang yang membuat gue semakin sadar kenyataan tuh gak seindah caption-caption Instagram. Well, sebelumnya udah sempat mellow karena harus berpisah jarak dengan sahabat dekat sih. Gue merasa gue gak punya banyak sahabat seperti sahabat dekat gue ini, dimana dia punya tingkat kegilaan yang sama dengan gue. Lalu kami berteman jarak jauh lagi. Sedih.

Kembali ke soal pemikiran pribadi gue setelah video call itu. Gue sempat kecewa dengan doa-doa yang gue rasa belum dijawab. Gue kecewa karena gue gak tahu lagi jalan kemana. Gue kecewa karena gue bingung. Gue bingung sama Dirimu lah Tuhan!

Sambil menghadap ke jendela pesawat, hmmm, gue berkaca pada diri sendiri sambil membasuh mata yang berkaca-kaca. Gue pun coba buka email subscription yang membuat gue nangis tahun lalu. Dan tulisannya hari itu adalah....
When our dream is delayed, it causes us to forget many things. We tend to forget our dream. We forget what God has done in our lives and his goodness to us in the past. We forget that God is with us. We forget God’s power.
God may not have fulfilled the promise in your life because he’s waiting on you. He’s waiting on you to learn to not fear, not fret, not faint, not forget. He wants you to learn that before he delivers you. 
...The Bible says to trust God’s timing: “Rest in the Lord; wait patiently for him to act. . . Don’t fret and worry — it only leads to harm” (Psalm 37:7-8 TLB).
Sebuah jawaban, yang menenangkan. Sebuah penghiburan. Ya udah, makin becek lah jendela seat gue. Ibu di sebelah sampai pindah seat. Aseli.

Kalau gini caranya, gue mau sering-sering traveling ah, biar nangis lalu bahagia. Mungkin tekanan udara dalam pesawat bisa membuat air mata lebih mudah jatuh, dan memicu produksi hormon endorfin lebih banyak.

Canadian Rockies from top. Photo by yours truly.

Mimpi 21 September 2017

Naik perahu, di perairannya ada hiu, ikan gede-gede semacam ikan kerapu, dan juga macan.
Sambil ditelpon sama seorang cowo yang lagi suka aku, padahal aku udah punya pacar.

Tuesday, September 5, 2017

Mimpi 24 Agustus 2017

Mimpi aku mau bunuh diri -_____-
Ambil 2 kabel listrik, lalu disentuhin ke tangan sendiri.
Ada yang berusaha narik tangan aku, tapi aku mau tetap bunuh diri.

Thursday, August 31, 2017

#TIL From the Past

We met people for reasons; for a blessing or a lesson. Here, I try to log things I learned from some people that crossed my path in the past.

In 2004, I learned that I should not take something/ someone for granted
In 2010, I learned how to be patient (obviously) and I realized that I cannot change people
In 2015, I learned that I need goals and determination in this life
In 2016, I learned to live happily without burden, and always go for what I want
In 2017, I learned to trust my gut instincts, to evaluate my thoughts and communicate it. (*updated: 2 Jan 2018)

*) #TIL: things I learn


Photo by yours truly