Thursday, April 22, 2010

The Paradox of a Promise

It is EASIER to SAY "I promise myself", than "I promise to you".
It is HARDER to ACT "I promise myself", than "I promise to you".

Source: my own experience

Friday, April 16, 2010

Mengeluh, Introspeksi, Solusi

Jangan tanya apa yang dunia sudah berikan pada kamu, tapi tanya apa yang sudah kamu lakukan untuk dunia.
Klise. Frase ini sering digunakan sebagai jawaban ataupun tameng atas keluhan-keluhan.
Klise. Tapi pernyataan ini benar seratus persen.

Mengeluh.
Siapa yang tidak pernah? Wajar. Semua orang berhak mengeluh dan boleh mengeluh. Hmm, tapi sebentar dulu. Berhak? Sepertinya semua orang tidak berhak untuk mengeluh. Oke, saya ralat langsung. Semua orang boleh mengeluh, tapi tidak semua orang berhak mengeluh.

Sebagai warga Jakarta, kerap kali dan sudah seperti menu sehari-hari untuk kita semua mengeluh, termasuk saya. Banyak alasan yang diberikan Jakarta untuk kita mencaci maki. Kalau mau dibuat list nya, mungkin bisa ratusan ya.. Dengan senang hati, kita akan menulis list keburukan Jakarta atau lebih luasnya, Indonesia, dengan mudah. Bahkan sambil menertawakan.

"Banyak sampah!"
"Banjir terussss!! Dikit-dikit langsung banjir!"
"Macet! Angkot keparat!"
"Bau banget ini jalanan, mana sih tukang sampahnya!?"
"Panas banget Jakarta! Polusinya gila-gilaan! Mau pindah aja dari Jakarta!"

Familiar dengan caci maki ini? Ahh, mungkin Anda bisa lebih kreatif daripada saya untuk soal mencaci-maki Jakarta. :)

Tapi pernahkah Anda dan saya berpikir bahwa, kita menjadi salah satu penyumbang munculnya caci maki seperti di atas?
Coba hitung, berapa kali dalam hari ini kita membuang sampah sembarangan?
Coba hitung, berapa kali kita lebih memilih membawa kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum?
Coba ingat-ingat, kapan terakhir kita memikirkan kebaikan untuk kota yang kita tinggal ini?

Saya termasuk orang yang sangat menghindari buang sampah sembarangan. Tidak responsible. Itu alasan saya. Makan sebungkus roti dengan lahap, lalu membuang plastiknya di pinggir jalan? Mungkin orang lain akan berpikir, "akan ada petugas kebersihan yang membersihkannya", atau "nanti juga tertiup angin". Haha. Kalau semua orang di dunia ini berpikir seperti itu, mungkin dunia ini sudah bukan tempat tinggal manusia lagi, tapi menjadi kerajaan tikus dan lalat hitam. Hiyy!

Selain itu, saya juga sudah terbiasakan di keluarga untuk hidup sehat, bersih, bermanfaat. Jarang sekali keluarga saya membuang sampah sembarangan. Terima kasih, Tuhan! :)

Lalu apa ada cara mudah untuk mengatasi kebiasaan buang sampah sembarangan itu? Sebelumnya, ingat yaaa, buang sampah sembarangan bukan cuma bikin lingkungan kotor tapi juga banjir! Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan mengapa buang sampah sembarangan bisa bikin banjir, hahaha.
Oke, balik lagi. Cara mudah yang biasa saya lakukan adalah: 'menyimpan' sampah.
Bungkus permen, tissue bekas, plastik roti, dan apapun itu, akan saya simpan di kantong celana, di tas, di mobil, atau dimanapun ada tempat. Setelah saya bertemu tempat sampah, baru saya akan menyampah semua sisa produksi saya itu, hehehe. Easy! Emang sih kadang tas dan kantong celana saya jadi suka banyak sampah. Tapi saya pikir lebih baik begitu daripada saya membuangnya sembarangan.
Apa anda mau coba juga? :)

Lainnya, saya (dan keluarga) sudah terbiasa untuk menolak pemakaian kantong plastik yang berlebihan di supermarket. Bahkan kalau bisa engga pake kantong, ya engga usah pake kantong. Berlebihan adalah tidak optimal. Hehe. Jika dalam 1 kantong plastik bisa muat 10 item, tapi cuma diisi 5 item, berlebih 1 kantong donk? Sayang. Mending dipake untuk keperluan lain. Soal pengelolaan scientific nya sih saya mungkin engga bisa jelasin ya. Tapi tau donk kalo kantong plastik itu sangat susah diurai di tanah?

Hal-hal kecil seperti ini kelihatannya sepele, remeh temeh, tapi efeknya besar.
Sebenarnya post serupa ini sudah pernah saya buat di sini.

Intinya sederhana sih; kalau kita bisa mengeluh soal banjir dan sampah (atau apapun itu keluhannya, baik di keluarga, studi, kerjaan), ada baiknya kalau kita juga menjadi solusi dari keluhan itu.
Plus nya, kita jadi berhak untuk mencaci masalah banjir dan lainnya di Jakarta! Hahahaha, yang ini bercanda dehhh! :p

Jika kita berani mengeluh, beranilah juga untuk introspeksi dan menjadi solusi!

Wednesday, April 14, 2010

Dear, wishes

Wide sky
Solo moon
Billions of stars
Hiding sun
Silent breath

Across them, I send Good night message to you.
See you in the journey of dream.

Dear, wishes.

Monday, April 12, 2010

TokyoFlash Kampret

Lagi mau ngepost tapi bingung, ehhh, muncul lah pembicaraan ini!
Jadi, gw lagi tertarik sama TokyoFlash Watch.

Ini dia gambarnya:TokyoFlash Pimp 2

TokyoFlash Infection


Lucu kan, keren kan? High tech kan? Sokil kan?
Liat deh, yang Pimp 2, lampu nya warna merah, body nya warna emas. Perpaduan warna yang unik dan elegan sekali! Ckckck.
Bisa dibayangin kalo lagi pake jam ini pas malem, diteken tombolnya, keluar lampu-lampu.
Whuiiyy, orang-orang pasti pada ngeliatin, "jam apaan tuh?" , "keren banget ni cewe (bukan jam nya)", "ajibbb, jam nya kayak kalkulator moderenz!", atau "amboi, cantik benar paras jam yang dipakai wanita itu", dan sebagai-bagainya.
Tapi kok jadi keinget sama sepatu anak-anak yang kalo jalan, lampunya beraksi saat dipijak ya?
Hmmm.

Kesimpulannya adalah: keren apa norak yah?
Susah diliat juga sih, secara fungsinya adalah jam, tapi mo liat jam mesti menghitung banyak nya lampu yang ada di Jam Infection dulu yaa? Hihihiii.

Yah sudah lah, di malam ini, barusan, gw cerita sama seorang teman (kamprettt!!) kalau gw lagi tertarik dengan jam ini.
Dan percayakah Anda, dia (kamprettt!!) jawab begini; "Trend is boring, quote dari seseorang".

Heyyyyyy!! Dia (kamprettt!!) menyindir gw dengan tepat, pat, patt!
Itu adalah Tweet gw beberapa hari yang lalu, dan dia (kamprettt!!) pura-pura aja gitu engga tau kalo itu tweet nya gw.
Hiks hiksss. :(
Aduh, emangnya TokyoFlash lagi nge-trend ya? *pura-pura*
Ga pernah liat orang pake itu kokk. :|
Lagian itu buat cowo yaa?
Aku lagi butuh jam tangan yang keren! *butuh? pengen kaleee*



Thursday, April 8, 2010

One Day We’re Gonna Live in Paris


Friendly Fires - Paris .mp3





One day we’re gonna live in Paris
I promise
I’m on it
When I’m bringing in the money
I promise
I’m on it
I’m gonna take you out to club showcase
We’re gonna live it up
I promise
Just hold on a little more

And every night we’ll watch the stars
They’ll be out for us
They’ll be out for us
And every night, the city lights
They’ll be out for us
They’ll be out for us

One day we’re gonna live in Paris
I promise
I’m on it
I’ll find you that French boy,
You’ll find me that French girl
I promise
I’m on it

So go and pack your bags
For the long haul
We’re gonna lose ourselves
I promise
This time next year will be forevermore

Friendly Fires – Paris (ft Au Revoir Simone – Aeroplane Remix)
Psstt, I love the lyric so much