Saturday, October 30, 2010

Don't Judge before You Read This

Celana panjang motif kotak-kotak besar, baju garis-garis horizontal, rambut digimbal tipis-tipis, pakai banyak gelang, dan sepatu keds agak tinggi.

Apa yang kamu pikirkan saat melihat seseorang (dari belakang) seperti itu di antrian di halte bus Transjakarta? Apapun yang kamu lagi pikirkan saat membayangkan itu mungkin engga jauh berbeda dengan pikiran saya waktu itu. "Ya ampun ini orang... Mau keren tapi salah kostum woy! Nabrak abis motifnya. Masa motif kotak-kotak digabung sama stripes horizontal gitu. Trus, apaan nih rambut, mau sok rasta gitu ceritanya?"

Orang di hadapan saya itu adalah pria dengan tas ransel hitam, yang hanya bisa saya lihat tampak belakang dan agak samping, ya kira-kira 15 derajat sisi kiri mukanya lah, karena saya ngantri di belakang dia. Yang jelas, saya engga lihat seperti apa mukanya, atau malah jangan-jangan dia juga pakai kalung perak ukuran besar?

Sampai akhirnya bus yang kami tunggu-tunggu datang. Yah siapa sih yang mau ambil risiko terjebak macet ke kampus di Jumat malam? Jadilah kemarin saya naik bus Transjakarta dan mengalami cerita yang saya tulis ini.

Saat bus datang, beberapa wanita di depan saya melangkah ke bus, lalu seorang petugas bus menghampiri pria gaya-motif-nabrak itu. "Eh, tolong bantu...," katanya ke operator di dalam bus. Lalu dia melakukan sebuah gerakan yang menginsyaratkan kalau pria ini... buta. Ya, dia BUTA!

Ubun-ubun saya langsung seperti diberondong hujan lebat beserta petir besarrrrrr. Maaf, lebay ya? Tapi saya kaget, malu, dan merasa bersalah! Sangat besar kemungkinannya apa yang saya komentari tadi (yg kayak fashion police gadungan) adalah karena mata dia tidak bisa melihat motif baju atau celana apa yang sedang dia pakai. Apapun itu alasannya, saya sedih. Saya sudah nge-judge dia hanya dari penampilannya bahkan dari belakang!!

Sesampai di halte Dukuh Atas, saya ketemu dia lagi, sedang nunggu bus selanjutnya arah Harmoni di jalur antrian 'VIP'. Kali ini saya berhasil melihat mukanya. Pupil matanya bergerak-gerak, wajar seperti orang tuna netra lainnya. Saya juga punya sepupu yang tuna netra sih, jadi saya cukup banyak tahu keadaan tuna netra.

Saya cuma bisa minta maaf sama pria itu dalam hati. Hmppphh! Saya jadi mikir... Jangan-jangan ternyata hal ini sudah berkali-kali terjadi, hanya saja tidak ada petunjuk seperti petugas bus yang 'menampar' saya.
Sent from my Telkomsel BlackBerry®

Saturday, October 23, 2010

The Last Pink Meds


She keeps chewing her pink meds.

"I used to live day by day with him,
and this is the last gift I received from him."

img credit: GettyImages

Friday, October 8, 2010

Remember the July and August of 2010

When I am down, when I am in trouble, facing my fears and losing my hope,
I will remember the July and August of 2010.
God helps. :)

This morning when I was driving to campus for a thesis defense (finally!), I said to myself "God, thank You for everything you've done in my entire life. I will give all the glory to You. I did it all for You, Lord. THIS IS MY GIFT TO YOU."

And not in 3 minutes, I changed my statement, I said "All these things I had; undergraduate + working + postgraduate acceleration, were a very precious gift from God. The rise and fall was beyond belief. I still did not believe myself that I could (almost) finish this '3in1' thing, though it was drudgingly. AND THIS IS A GIFT FROM GOD. Thanks!"

In this way, I should not fear for what will gonna happen to me in the future.
Because I have God who always take care of me, even He has conquered the death.

.... Even though I walk through the valley of the shadow of death
Your perfect love is casting out fear
And even when I'm caught in the middle of the storms of this life
I won't turn back, I know you are near

I will fear no evil
For my God is with me
And if my God is with me
Whom then shall I fear
Whom then shall I fear?

Oh no, You never let go through the calm and through the storm
Oh no, You never let go in every high and every low
Oh no, You never let go, Lord, You never let go of me

And I can see the light that is comin' for the heart that holds on
A glorious light beyond all compare
And there will be an end to these troubles
But until that day comes, we'll live to know You here on the Earth

And I will fear no evil
For my God is with me
And if my God is with me
Whom then shall I fear
Whom then shall I fear?

You keep on loving and you never let go

And I can see a light that is coming for the heart that holds on
and there will be and end to these troubles
but until that day comes
Still I will praise You
.

Wednesday, October 6, 2010

Sikat Gigi Paus

Hey kawan, sekarang saya tahu bagaimana rasanya mendapat pencerahan dari sebuah mimpi!!
Mimpi saya kali ini memberikan satu pengalaman yang sensasional, yaitu ide penemuan brilian sebuah sikat gigi model baru.

Ceritanya sangat sederhana dan (seperti biasa) absurd.
Di mimpi, saya sedang menyikat gigi dengan sikat gigi model teranyar dengan design yang fungsional dan spektakuler. Bentuknya seperti gigi palsu, pas untuk kedua sisi (atas bawah) rongga gigi, dengan gagang sikat lebih besar dan lebih panjang dari sikat gigi pada umumnya. Kalau di mimpi sih, katanya sikat gigi ini terinspirasi dari mulut (balin) ikan paus.
Nah, karena di mimpi tersebut belum ada nama nya, ijinkan saya menamai dia "Sikat Gigi Paus".

Cara pemakaian Sikat Gigi Paus ini se-sederhana namanya, tapi se-mutakhir designnya: Cukup masukkan Sikat Gigi Paus seperti memasukkan sendok ke mulut, tempatkan sikatnya pas di rongga gigi, tutup mulut lalu tarik maju mundur Sikat Gigi Paus ini.

Baiklah, semoga mimpi ini bisa menginspirasi para penemu alat-alat di dunia selanjutnya seperti Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Marconi, dll. Selamat berkreasi!