Tuesday, February 22, 2011

Perbedaan. Penderitaan.

Kalimat klise yang sering saya dengar adalah: PERBEDAAN ITU INDAH. Ya, hidup di Indonesia dengan masyarakat yang multikultural membuat saya hidup dengan bualan terindah tersebut. Etnis, agama, latar belakang, prinsip, dan adat istiadat yang jumlahnya begitu banyak namun hidup dalam satu deret kepulauan memang adalah hal yang menakjubkan. Sehingga kebanyakan orang mempercayai dan menularkan bahwa, "Perbedaan itu lah yang membuat indah..." Seperti pelangi, kata mereka.

Setidaknya dua kali belakangan ini saya merasa ternyata perbedaan itu memang indah, tapi hanya untuk mereka yang melihat, bukan kepada si pembeda.
Lukisan akan jauh lebih menarik dengan perpaduan elemen warna dan corak yang menghias, begitu juga dengan musik begitu elegan dengan campuran not-not. Tapi pernahkah berusaha menjadi mereka? Putih merasa asing di kumpulan warna hijau lemon sampai hijau toska, si bulat berdiri malu di antara kotak dan segitiga, sedangkan si agama A bersedih tidak bisa menikah dengan si agama C.

Kesimpulan saya, perbedaan itu memang indah tapi terkadang hanya untuk dilihat, bukan untuk si pembeda. Dan tidak semua perbedaan menjadi indah ketika bersatu.

Maafkan saya, jika kamu punya bukti dan kepercayaan berbeda dengan si 'perbedaan' itu. Saya bukan bermaksud pesimis, menjatuhkan, atau membuat teman lain putus asa. Lagipula, berbeda pendapat itu indah kan? Selamat menikmati konsekuensi perbedaan...!













Sent from Elvira's Telkomsel BlackBerry®

No comments: