Saturday, April 25, 2015

The Perks of Being a Hoarder

"Kekuranganmu bisa jadi kelebihanmu" Iya aku setuju! Oh ya, buat yang belum tahu apa itu hoard, menurut The Free Dictionary seperti ini:
Hoard (n)
1. A supply or store of something held or hidden for future use.
2. A collection or supply, as of memories or information, that one keeps to oneself for future use.
Yak, sejujurnya gue ini tipe hoarder yang belum akut. Gue suka nyimpen barang dengan pikiran "siapa tahu gue butuh ini someday". Misalnya? Buku pelajaran sekolah, buku kuliah, kertas ujian sekolah (apalagi yang nilainya bagus dan ada catatan pujian), surat, majalah, makanan (seringnya sampai expired tapi tetap disimpan sampai sekarang), pakaian, kabel chargeran, skin care, dan masih banyak lainnya.

Syukurnya belum pernah ada hal yang merugikan, ruangan dan lemari gue masih cukup menampung barang-barang timbunan gue. Ya paling sedikit debu sana sini atau banyaknya wadah dan plastik buat nyimpen. Terkadang jadi bikin susah nyari barang sih, adoooohhh... Iya bener, ini salah satu kerugian yang gue alami. Gue sering kehilangan barang karena banyak tumpukan nggak jelas. Kehilangan barang ini bikin gue sering ngomel dan nangis (iya nangis kesel!) terutama kalau barang-barang itu kesayangan gue.

Yang gue syukuri dari hoarding ini adalah, gue beberapa kali menemukan unintended surprise! Misalnya? Gue bisa menemukan ANGPAO IMLEK TAHUN LALU dengan uang utuh di dalamnya!!! Oh so yes! Dan nemu angpao imlek ini gak hanya terjadi satu kali, tapi dua kali. *joged riang* Don't you think hoarding is an art to keep your life surprised?

Thursday, April 23, 2015

Standar Bahagia Kamu?

Gue agak lupa pernah baca tulisan ini dimana, tapi akan gue rangkum dan tulis ulang beserta tambahan opini gue.

Standar kehidupan tiap orang berbeda-beda. Punya pacar, menikah, punya anak, punya anak lagi, kuliah, sekolah lagi,... Semua itu belum tentu jadi prioritas seseorang.

Bisa jadi memang dia nggak atau belum pingin punya pacar/ menikah/ punya anak/ punya anak lagi dan lagi.

Jadi mending kalau kamu benar peduli dan ingin melihat kerabatmu bahagia, berhentilah melontarkan pertanyaan semacam, "kapan nyusul?" atau "ayo cepet (isi sendiri) ya" sebagai birthday wishes atau anniversary wishes. Akan lebih bijak bila kamu mendoakan dengan. "bahagia selalu ya".

Saturday, April 4, 2015

Ah.

Sudah,
bantalku basah
mataku lelah
bibirku komat kamit mendesah.

Kita yang saling mengingini, harus rela saling dipunggungi.

Tak kuberitahu bahwa merelakanmu adalah sebuah omong kosong.