Friday, September 22, 2017

Tekanan Udara Dalam Pesawat Membuat Air Mata Lebih Mudah Jatuh?

Dua kali pulang traveling naik pesawat, dua kali pula gue nangis di pesawat.

Tahun lalu, tepatnya setelah tragedi ketinggalan pesawat, gue nangis di udara Seoul menuju Jakarta. Kali itu air mata jatuh bukan karena ketinggalan pesawatnya. Bukan. Tapi karena baca sebuah email. Ceritanya bisa dibaca di post ini.

Tahun ini, gue nangis di udara Taipei menuju Jakarta.
Dipicu oleh sebuah video call dengan seseorang yang membuat gue semakin sadar kenyataan tuh gak seindah caption-caption Instagram. Well, sebelumnya udah sempat mellow karena harus berpisah jarak dengan sahabat dekat sih. Gue merasa gue gak punya banyak sahabat seperti sahabat dekat gue ini, dimana dia punya tingkat kegilaan yang sama dengan gue. Lalu kami berteman jarak jauh lagi. Sedih.

Kembali ke soal pemikiran pribadi gue setelah video call itu. Gue sempat kecewa dengan doa-doa yang gue rasa belum dijawab. Gue kecewa karena gue gak tahu lagi jalan kemana. Gue kecewa karena gue bingung. Gue bingung sama Dirimu lah Tuhan!

Sambil menghadap ke jendela pesawat, hmmm, gue berkaca pada diri sendiri sambil membasuh mata yang berkaca-kaca. Gue pun coba buka email subscription yang membuat gue nangis tahun lalu. Dan tulisannya hari itu adalah....
When our dream is delayed, it causes us to forget many things. We tend to forget our dream. We forget what God has done in our lives and his goodness to us in the past. We forget that God is with us. We forget God’s power.
God may not have fulfilled the promise in your life because he’s waiting on you. He’s waiting on you to learn to not fear, not fret, not faint, not forget. He wants you to learn that before he delivers you. 
...The Bible says to trust God’s timing: “Rest in the Lord; wait patiently for him to act. . . Don’t fret and worry — it only leads to harm” (Psalm 37:7-8 TLB).
Sebuah jawaban, yang menenangkan. Sebuah penghiburan. Ya udah, makin becek lah jendela seat gue. Ibu di sebelah sampai pindah seat. Aseli.

Kalau gini caranya, gue mau sering-sering traveling ah, biar nangis lalu bahagia. Mungkin tekanan udara dalam pesawat bisa membuat air mata lebih mudah jatuh, dan memicu produksi hormon endorfin lebih banyak.

Canadian Rockies from top. Photo by yours truly.

Mimpi 21 September

Naik perahu, di perairannya ada hiu, ikan gede-gede semacam ikan kerapu, dan juga macan.
Sambil ditelpon sama seorang cowo yang lagi suka aku, padahal aku udah punya pacar.

Tuesday, September 5, 2017

Mimpi 24 Agustus 2017

Mimpi aku mau bunuh diri -_____-
Ambil 2 kabel listrik, lalu disentuhin ke tangan sendiri.
Ada yang berusaha narik tangan aku, tapi aku mau tetap bunuh diri.

Thursday, August 31, 2017

#TIL From the Past

We met people for reasons; for a blessing or a lesson. Here, I try to log things I learned from some people that crossed my path in the past.

In 2004, I learned that I should not take something/ someone for granted
In 2010, I learned how to be patient (obviously) and I realized that I cannot change people
In 2015, I learned that I need goals and determination in this life
In 2016, I learned to live happily without burden, and always go for what I want

*) #TIL: things I learn


Photo by yours truly

Saturday, August 12, 2017

Mimpi 12 Agustus 2017

Mimpi lagi mau ke Kep Seribu naik kapal (semacam kapal kecil nelayan), tapi pas lagi nyebrang pulau pengen sambil berenang di pinggir kapal. Belum sempet berenang jauh, tiba tiba keliatan ada sirip hiu. Aku panik, aku teriak "ada hiu, ada hiuuu!" sambil berusaha naik ke atas kapal tapi ga bisa naik. Ga dibantuin naik kapalnya juga.                      

Lama-lama sirup hiu itu semakin mendekat. Ketika sudah makin dekat, aku jadi bingung itu sirip hiu atau lumba-lumba ya? Lalu kebangun.

Monday, July 3, 2017

Kulit Mati

Gue cukup rajin mengaplikasikan masker wajah. Dulu sukanya yang ala Korea, face sheet. Lalu beralih ke yang agak mahal, yang harga satu jar nya bisa satu juta rupiah. Tapi paling suka sih malah yang murah, yang back-to-basic, yaitu pakai oatmeal.

Tujuannya pakai masker untuk mengangkat kulit mati, membersihkan kotoran wajah yang sulit dijangkau oleh face cleanser. Supaya gak jadi jerawat, gak jadi komedo, gak kusam. Biasanya gue pakai maskeran di Minggu malam.

Suatu hari, saat gue lagi maskeran, gue sadar. Selama ini gue ada usaha untuk hilangin itu kulit-kulit mati di wajah gue. Gue rela beli masker dari yang murah sampai mahal. Gue sisihkan waktu tiap minggu untuk oles-oles masker. Beberapa kali gue tolak ajakan pergi malem dengan alasan, "duh lagi maskeran nih". Terus, kenapa gue gak melakukan hal yang sama dengan kehidupan gue? Kenapa?

Kalau diibaratkan, orang-orang gak penting, komentar-komentar gak penting, pikiran-pikiran negatif, itu adalah 'kulit mati' di hidup, gue juga harus ada usaha untuk menghilangkan itu secara RUTIN. Ya supaya hidup gue tetap bersinar, jalannya mulus, gak ada 'jerawat' yang menyakitkan dan bikin bete berhari-hari.

Kapan terakhir kali mute timeline yang bikin hidup gue gelisah? Kapan terakhir kali berani bilang kalau gue terganggu dengan bercandaan sensitif? Kapan terakhir kali gue gak mau gubris chat dari orang yang dulu cuekin gue? Kapan terakhir kali gue pikirin hal-hal baik daripada pikirin hal yang bikin sakit kepala?

Jangan deh itu kulit-kulit mati kehidupan dikasih tempat untuk beradaptasi dan berlama-lama bertimbun terus memberatkan hidup.

Maskeran, yuk!

Bonus foto:

Tuesday, June 27, 2017

Mimpi 25 Juni 2010


Mimpi 25 Juni 2017

Mimpi pacar sakit campak, di mukanya ada tanda warna hitam samar-samar. Dia merasa gak enak badan. Aku bilang, adekku juga pernah sakit gini, nanti pelan-pelan hilang sendiri kok.
Lalu aku anter dia ke klinik, ngantri dokter 3 antrian.
Terbangun pukul 5 pagi, dengan badan ikut gatel :(

Mimpi lainnya, udah menikah, tinggal di apartemen, masuknya naik tangga kayak di cottage.
HAHAHA

Wednesday, June 21, 2017

Kumpulan Pertanyaan Tersulit Buat Gue Jawab

Post ini berisi kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang pernah ditanyakan ke gue, yang sulit untuk gue jawab tanpa berpikir lama, yang ga disangka akan ditanyakan, yang menganggu tidur gue, yang membuat gue berkaca diri. Tulisan akan diperbaharui bila ada pertanyaan baru.

Ga dalam peringkat tertentu:

1) "Gimana caranya stay happy kayak kamu? Kayak ga terganggu oleh sekitar kamu gitu."

2) "Sekarang beda ya? Ada apa? Aku senang deh kamu sekarang banyak ketawa kalo foto."

3) "Lo cinta dia ga?"

4) "What makes people forgive? And how to forgive ourselves?"

5) "Lo ga bisa tidur karena galau, atau ga bisa tidur jadinya galau?"

6) "Apa kamu percaya, setiap orang akan menemukan jodohnya yang terbaik? Mungkin atau pasti?"

7) "Gimana cara kamu move on padahal ketemu tiap hari?"

8) "What is your biggest achievement?"

9) "5 tahun lalu, kenapa lo hilang ga ada kabar ninggalin gue?"

10) "The right person & the right time. Mana dari dua itu yang lo miliki sekarang?"



Udah nulis post berisi jawaban dari pertanyaan tersebut sih, tapi masih malu untuk dipublish. :|

Sunday, June 18, 2017

Mimpi 17 Juni 2017

Pacar punya pacar lain.
Rambut panjang, kurus, kurang cantik parasnya (maap)    

Di mimpi sih kami udah (atau gak) berpacaran.

Nah kami lagi di suatu tempat bareng, lagi berdiri berdekatan.
Aku lihatin aja pacarnya si pacar ini, dan bergumam dalam hati "kok dia mau sih sama cewe ini"         HAHAHA. Maap.

Mimpi lainnya, naik bajaj trus aku watsap pacar bilang pingin makan somay.

Monday, June 12, 2017

Mimpi 11 Juni 2017

Mimpi marahin keponakan, (pas udah bangun tidur baru nyadar kok mukanya kayak adek aku)            Aku bentak dia karena duduk sebelah aku malah nangis.
Habis bentak, eh aku yang nangis

Mimpi lainnya, anter pacar ke ruman temen cewe                      
Pacar pake baju tangan panjang garis hitam putih, bawa pouch (aslinya sih dia gak pernah pake baju tangan panjang garis hitam putih, ataupun bawa pouch)                      

Saturday, June 10, 2017

Mimpi 9 Juni 2017

Lagi di rumah pacar (tapi tampilannya beda dengan rumah di realita). Di dalam rumah itu ramai, lagi siap-siapin acara, yang ternyata ulang tahunnya pacar. Aku di situ, pacar belum pulang rumah.

Gak lama kemudian, pacar pulang sampai rumah. Dia pakai kemeja warna biru muda, Dia rangkul aku, dan tepuk-tepuk lenganku seperti biasa. Ada seorang bapak sepertinya asisten rumah, ngasih kamu kemeja buat pacar ganti baju.

Di tengah rumah itu ada taman terbuka kecil.
Lalu turun hujan, lebat.
Bagian tengah rumah itu mulai banjir, dan cepat jadi sedada                      

Ada beberapa mbak-mbak lagi bantu masak di belakang rumah. Ada yang melipir karena kehujanan, ada juga yang tetep duduk hu.jan-hujan                      

Pacar turun ke tengah rumah itu, banjir-banjiran,lalu bantu ngambil 2 nampah di ujung rumah. Nampahnya berisi... kerupuk yang lagi dijemur (HAHAHAHA). Pacar oper nampahnya ke aku, untuk aku simpenin di dalem biar gak kehujanan.

Wednesday, May 31, 2017

How To Be a Resilient*

According to my version:

  1. Set the I-dont-care-fck-you mood (although I swear it will kill you inside)
  2. Act everything's fine (because eventually it's gonna be fine at the end)
  3. Stop watering those unnecessary thoughts to grow, take a nepenthe instead.
  4. Have a room of your own.
  5. And last, sharpen your weapon.

Taking these steps might flatten my smile curve more. But many times, it works. Practice makes perfect! Cheers!

*resilient (rɪˈzɪlɪənt)
adj
1. (General Physics) (of an object or material) capable of regaining its original shape or position after bending, stretching, compression, or other deformation; elastic
2. (of a person) recovering easily and quickly from shock, illness, hardship, etc; irrepressible

A post shared by elvirapc | peachy (@elvirapc) on

Mimpi 30 Mei 2017

Mimpi lagi mau trip darat yang cukup jauh, trus dikasih helm yang full cover.
Kami kalau gak salah berempat.
Kami dikasih naik motor sendiri-sendiri.

Aku kaget dong, dikira aku bakal dibonceng. Ternyata aku dikasih sepeda listrik/ motor matic.          
Di mimpi aku sampai mikir, ini aku masuk angin gak nih, aman gak nih, kalau ngantuk gimana, kalau bawa barang banyak gimana.

Friday, May 19, 2017

Mimpi 18 Mei 2017

Mimpi lagi bikin kata pengantar buat skripsi. I was trying so hard to make a beautiful wording.
Terus mau ujian something, pinjem usb temen.

Friday, April 28, 2017

Sama

Kita terbiasa nyaman dengan persamaan.
Kita suka mengapresiasi persamaan yang apik tidak terencana.

Merasa aman berada di koordinat yang sama...
Lega punya masalah yang sama...
Percaya berjodoh dengan waktu yang sama...
Gemas berpakaian warna yang sama...

Padahal persamaan itu hanya 'baju' yang kita pakai semata.

Jadi jika kita punya jalan cerita yang tidak sama, ijinkan aku untuk menulisnya ulang, membacakannya keras-keras, dan menutupnya dengan "aku baik-baik saja".


- 28 April 2015
Ditulis setelah kebetulan menggunakan warna baju yang sama dengan 7 orang lainnya di ruang meeting

Wednesday, March 8, 2017

Mimpi 07/03/2017

Aku buka kepalaku.
Aku keluarkan tengkorak bagian depan aku dari kepala.    
Aku taruh tengkoraknya di tanah yang agak basah seperti habis hujan, untuk jadi hiasan lampu taman. "Kalau terkena sorot lampu saat malam hari, lampu akan mengeluarkan sinar berbentuk tengkorak," pikirku begitu.
Aku penasaran, ini kepalaku nggak kenapa-kenapa ya memangnya tanpa tengkorak?                      
Aku pegang jidatku, masih keras.

Friday, March 3, 2017

Mimpi Rusak dan Hilang

26 Februari
Mimpi kamera mirrosless jatuh, rusak. Aku nangis.

2 Maret
Mimpi lagi traveling sama keluarga. Tas backpack-ku hilang. Aku nangis.

Tuesday, February 14, 2017

Saturday, February 11, 2017

Mimpi 10/2/2017

Mimpi dikuntit 2 wanita muda di mall                      
Ketika baru masuk pintu mall, 1 wanita bertanya "di dalam ada jual baju hitam ngga ya?"
Aku cuma bilang "ya cek aja sendiriiii..." sambil melongos pergi.
Dia sepertinya mau hipnotis aku.
Aku membalikkan badan, aku senyum sinis seperti memberi tanda "hey kamu nggak berhasil hipnotis aku".
Dua wanita muda itu terlihat kesal, dan mengejarku sepanjang jalan di mall.

Saturday, January 14, 2017

Mimpi 13/1/2017

Mimpi lagi di sebuah bar berisi bule-bule.                  
Aku bersama Anavaliza. Tapi kemudian Anavaliza meninggalkan aku sendiri, dia menghampiri pacarnya.              
Aku yang sendirian, jadi ngobrol dengan bule di sebelah.
Bulenya nggak ganteng, bisa bahasa Indonesia.                  
Kami minum whiskey.    
Bar ini seperti di atas laut.
Kemudian kami naik kapal muter-muter laut sejenak.                    
Ketika lagi naik kapal, ada Febby di anjungan kapal sebelah, lagi mau antri naik kapal.          
Aku melambaikan tangan dari kapal.                    
Setelah itu, kami kembali ke bar
Si pria bule berusaha memeluk aku.                
Aku bilang aku sudah punya pacar                      
Dia tetap berhasrat memeluk dan bilang biasanya wanita memang awalnya akan menolak.
Tapi aku pun tetap teguh pendirian dan berkata lagi bahwa aku sudah punya pacar.

Kemudian mimpi pindah ke bagian dimana aku naik kapal nelayan, dan di permukaan air itu banyak sekali tanduk telinga kuda nil! Gelap. Seram.